//Teknik Ovusida Organik Untuk Mengendalikan Hama

Teknik Ovusida Organik Untuk Mengendalikan Hama

Pencegahan perkembangan populasi suatu hama dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memandulkan terlur hama tersebut secara organik atau umum disebut dengan ovusida organik.

Tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar, ovusida organik ini dapat dibuat sendiri dengan mudah menggunakan bahan-bahan organik yang banyak tersedia di lingkungan sekitar.

Sebelum membuat ovusida organik, terlebih dahulu perlu disiapkan perekat pestisida yang fungsinya untuk memaksimalkan penggunaan dari ovusida organik tersebut. Perekat pestisida tersebut juga dapat dibuat sendiri dengan langkah-langkah seperti berikut ini.

Baca Juga  Cara Ampuh Mengatasi Lalat Buah Dari Bahan Dapur Tanpa Petrogenol

Pertama-tama perlu disiapkan alat dan bahan seperti:

  • Blender
  • Satu buah telur ayam atau telur bebek
  • Satu sendok makan minyak goreng

Sedangkan untuk pembuatannya adalah dengan cara:

  • Mencampurkan satu buah telur ayam atau telur bebek dengan satu sendok minyak goreng ke dalam blender.
  • Kemudian, kedua bahan tersebut diblender hingga homogen atau tercampur rata
  • Selanjutnya, bahan siap digunakan untuk dicampurkan dengan pestisida atau ovusida organik.
Baca Juga  Pelajari Cara Identifikasi, Akibat & Pencegahan Kutu Kebul Pada Tanaman Tomat

Setelah bahan perekat pestisida tersebut jadi, langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan untuk keperluan pembuatan ovusida organik.Berikut adalaha langkah-langkah dalam pembuatannya.

Disiapkan alat dan bahan seperti:

  • Perekat pestisida yang sudah jadi
  • 100 ml cuka makan
  • 50 ml alkohol

Selanjutnya, untuk pembuatannya adalah dengan mencampurkan semua bahan tersebut menjadi satu dan di blender hingga homogen.

Baca Juga  Tanaman Bernilai Jual Tinggi | Cocok Untuk Budidaya Di Masa Pandemi Saat Ini

Untuk aplikasinya sendiri adalah dengan mencampurkan resep di atas dengan air untuk satu tangki semprot ukuran 14-17 liter. Kemudian disemprotkan secara merata pada seluruh permukaan tanaman terutama pada permukaan bawah daun. Resep ini khusus untuk digunakan pada tanaman padi, jika untuk tanaman lain dapat dilakukan dengan menambah atau mengurangi jumlah cuka.