//Unik! Ini Jenis Burung Yang Bisa Terbang Mundur

Unik! Ini Jenis Burung Yang Bisa Terbang Mundur

Umumnya, burung hanya bisa terbang ke depan karena struktur sayap mereka yang hanya bisa digerakkan naik-turun.

Namun, ada satu jenis burung yang bisa terbang mundur, yaitu burung kolibri.

Kolibri adalah burung kecil dengan panjang 6,4 cm dan berwarna cerah yang sebagian besar hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Seekor kolibri mempunyai sekitar seribu bulu yang bergemerlapan sehingga dapat memantulkan dan memancarkan sinar warna-warni yang dapat berubah ketika burung bergerak seperti minyak pada air.

Ada lebih dari 300 spesies burung kolibri hidup di dalam wilayah hutan Amazon, Amerika Selatan. Sedangkan kolibri jenis Sword Billed, ensifera ensifera hidup di bagian barat hutan pegunungan Andes.

Meski hanya berukuran 7,5 sampai 13 sentimeter, tetapi kalibri merupakan satu-satunya burung yang diketahui mampu terbang mundur. Burung kolibri menggerakkan sayapnya seperti angka delepan, sehingga memungkinkannya untuk bergerak lebih mudah.

Selain itu, kepakan sayap mereka juga bisa mencapai 80 kali per detik dan detak jantung mencapai 1.260 kali per menit.

Dengan kecepatan kepakan sayap itu, menghasilkan sebuah suara yang menjadikannya seperti senandung.

Burung ini bisa terus melayang di depan bunga yang sedang dihisap nektarnya.
Tidak seperti kupu-kupu atau lebah yang hinggap lalu menghisap nektar, burung ini masih dalam kondisi melayang.

Hal unik ini terjadi karena kemampuan kemampuan kolibri yang bisa menggerakan sayap naik ke atas dengan aliran udara yang tidak seimbang.

Burung ini menggunakan aliran udara dari kepakan sayap ke bawah hingga bisa mengangkat 75 persen berat tubuhnya. Sedangkan 25 persennya, didukung oleh gerakan sayap ke atas.

Pada umunya serangga atau hewan lain memiliki gerakan sayap naik ke atas dan ke bawah yang seimbang untuk mengangkat tubuh.

Dengan kemampuan tersebut, kolibri mampu melayang di depan bunga yang dihisapnya.
Dibandingkan semua hewan berdarah panas, kolibri memiliki pengeluaran energi yang paling tinggi.
Burung ini hampir selalu merasa kelaparan, sehingga perlu minum nektar dalam jumlah banyak.

Bahkan burung kecil ini membutuhkan nektar melebihi berat badannya setiap hari.
Dari sebuah penelitian diketahui bahwa burung ini bisa mengonsumsi nektar selama 20 menit.
Jumlah itu akan cukup memenuhi kebutuhan tubuh lebih dari 90 persen.