//Pelajari Faktor Ini Agar Harga Jual Sapi Tinggi Sehingga Peternak Bisa Untung di Masa Pandemi Ini

Pelajari Faktor Ini Agar Harga Jual Sapi Tinggi Sehingga Peternak Bisa Untung di Masa Pandemi Ini

Peternak harus mengetahui dengan jelas teknik pemasaran agar sapi yang dihasilkan bisa menghasilkan keuntungan. Pemasaran yang dilakukan dengan baik akan meningkatkan pendapatan dan usaha menjadi tidak stagnan. Harga jual sapi sering kali mengalami fluktuasi, kadang turun dan kadang naik. Banyak faktor yang menyebabkan fluktuasi tersebut.

Peternak harus pandai untuk membaca situasi yang akan datang untuk mencegah harga sapi turun terlalu drastis sehingga merugikan peternak. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan harga sapi turun.

Serangan penyakit

Seluruh komoditas pertanian dan peternakan akan mengalami penurunan harga yang sangat drastis apabila komoditas tersebut sudah terserang penyakit. Serangan penyakit dapat bersifat endemik, lokal, regional, nasional, atau internasional. Seperti penyakit sapi gila dan antraks. Penyakit tersebut bisa menular kepada sapi lain dengan cepat. Efeknya, banyak sapi yang mati karena infeksi tersebut. Saat infeksi sudah terjadi, peternak harus mensterilkan kandang bekas pemeliharaan.

Baca Juga  Ini Kelebihan Pemberian Pakan Cacing Darah Sebagai Pakan Alami Untuk Ikan Hias

Pengaruh musim

Pada beberapa musim tertentu harga sapi bisa turun sangat drastis. Seperti pada musim sekolah, saat itu harga sapi biasanya turun drastis karena masyarakat membutuhkan uang lebih untuk membayar keperluan sekolah. Banyak peternak yang akan menjual sapinya dengan harga murah untuk memenuhi biaya sekolah anaknya.

Di sisi lain, pedagang atau ibu rumah tangga akan mengurangi anggaran untuk membeli daging sapi selama beberapa waktu. Hal ini karena uangnya harus dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak.

Baca Juga  Kenali Wolbachia, Pengendalian Secara Biologis Nyamuk Aedes sp. Untuk Meminimalisir Penyakit Demam Berdarah

Berlimpah sumber protein hewani yang lain

Ada banyak jenis sumber protein hewani yang bisa masyarakat gunakan, seperti daging ayam, telur, ikan, dan beberapa jenis makanan laut lainnya. Jika produksi sedang naik, biasanya harga sumber protein hewani tersebut jauh lebih murah dibanding daging sapi. Hal tersebut menyebabkan permintaan daging sapi cenderung turun.

Baca Juga  Hasil Ekspor Sarang Burung Walet Indonesia Di Tengah Pandemi Covid-19 Tanpa Perawatan Khusus Yang Memberi Sumbangan Devisa Negara

Musim subur

Pada musim subur, peternak dapat dengan mudah mendapatkan sumber pakan hijauan yang digunakan untuk menggemukkan sapi. Hal tersebut mendorong perkembangan produksi menjadi lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, persediaan daging sapi menjadi banyak dan mudah ditemui. Hal tersebut bisa menjadi penyebab harga daging sapi menjadi turun karena mudah dijumpai dengan stok persediaan yang sangat banyak.