//Cara menanam kangkung hidroponik

Cara menanam kangkung hidroponik

Bagi yang baru saja akan memulai kegiatan berhidroponik, kangkung adalah salah satu alternatif jenis tanaman yang bisa dipilih.
Sebabnya karena kangkung termasuk tanaman tahan banting, mudah ditanam dan mudah dirawat, keberhasilan cukup tinggi.

Nah, ada cara sederhana untuk menanam kangkung, tidak mesti menggunakan sistem hidroponik advance, namun bisa menggunakan barang-barang seadanya maupun alat-alat yang ada di dapur.

Misalnya : baskom kerangjang dan baskom kotak, atau baskom bekas besekan/tahlilan.

Baik langsung saja ya disimak caranya :

1. Rendam benih kangkung dg air hangat kuku/air biasa sekitar 1 jam, yg mengambang dibuang, yg tenggelam dipilih.

2. Siapkan tempat menyemai yg sekaligus tempat pembesaran, bisa berupa keranjang sayur dan baskom.

3. Hampar alas (media tanam) di atas keranjang (tissue, flanel, rockwool bekas, atau rockwool yg masih bagus, atau dacron).

4. Sebar benih kangkung secara merata, jangan terlalu banyak jangan terlalu sedikit, secukupnya. Setelah selesai menata, tutup dg plastik hitam HANYA maksimal 12 – 24 jam, untuk merangsang pecah kecambah (sprout).

5. Isi baskom, hingga mencapai media tanam, shg benih tetap basah.

6. Setelah 12 – 24 jam, buka plastik, letakkan di bawah sinar matahari full, tapi jangan terkena hujan sampai selama 7 – 10 hari.
Ingat, pastikan air di bawah keranjang, di dalam baskom selalu sampai pada media tanam, dan jangan lupa dikobok2 untuk menghindari jentik nyamuk.
Nah, selama 7 – 10 hari ini, air belum perlu dicampur dengan nutrisi, hanya air biasa saja.

7. Setelah 7 – 10 hari, tambahkan nutrisi dg kadar 1.000 – 1.200 ppm dari bayi sampai panen. Kangkung sudah bisa panen setelah usia 21 hst (atau 21 hari sejak kita memberi nutrisi).
Ingat untuk rajin aduk2 air di baskom ya, karena :
1. Agar akar mendapat oksigen
2. Agar nutrisi Ab Mix tdk mengendap
3. Agar terhindar dari jentik nyamuk

Jadi kalau ditotal, kangkung sdh bisa panen selama 4 minggu.