//Harus Tahu! Ini Dia Wilayah Kuburan / Pemakaman Terbesar Di Dunia. Satu Lubang Bisa 50 Jenazah Loh,.,.

Harus Tahu! Ini Dia Wilayah Kuburan / Pemakaman Terbesar Di Dunia. Satu Lubang Bisa 50 Jenazah Loh,.,.

Wadi Al-Salam, sebuah wilayah kuburan di kota Najaf, Irak, telah lama menjadi pemakaman terbesar di dunia. Sebab, di bawah tanah dengan luas 1.485 hektare ini terdapat jutaan mayat manusia yang terkubur di dalamnya.

Digunakan sejak abad ketujuh atau sekitar 1500 tahun lalu, kota suci Wadi Al-Salam telah digunakan sebagai makam umat Islam Syiah zaman dulu. Dalam bahasa Arab, Wadi Al-Salam diartikan sebagai โ€˜Lembah Damaiโ€™.

Sekitar 5 juta mayat yang dikubur di sana, termasuk para cendekiawan, ilmuwan, tentara, masyarakat sipil, bangsawan hingga sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali Bin Abi Thalib, yang dijadikan imam besar Syiah.

Dalam beberapa tahun terakhir, umat Syiah dari seluruh Irak dan Iran memilih dimakamkan di jantung kota suci Wadi Al-Salam, di mana doa pemakaman dilakukan di Masjid Imam Ali yang menjadi salah satu situs suci Syiah .

Mereka yang meninggal biasanya dimakamkan di antara ribuan kuburan , di mana setiap lubang dapat menampung setidaknya 50 jenazah.

Pada puncak perang Irak, sebanyak 250 mayat dilaporkan dikubur di pemakaman tersebut. Jumlahnya meningkat dua kali lipat pasca-perang melawan ISIS.

โ€œPara pasukan Syiah sering mengunjungi kuil kubah emas (masjid) Ali sebelum menuju garis depan melawan ISIS, dan diminta untuk dimakamkan di Wadi Al-Salam jika mereka gugur dalam peperangan sebagai hadiah atas pengorbanan mereka,โ€ kata Jihad Abu Saybi, seorang sejarahwan di tempat tersebut sebagaimana dikutip Reuters.

Ya, kendati punya nama โ€˜Lembah Damaiโ€™, kota ini jauh dari kata kedamaian. Sebab, landscape dan batu nisan yang padat membuat Wadi Al-Salam sangat strategis untuk pemberontak bersenjata, terutama jadi tempat persembunyian.

Lorong-lorong pemakaman juga digunakan Syiah saat melawan Saddam Hussein dan militer Amerika Serikat. Selama konflik militer AS dan Pasukan Mahdi yang dipimpin ulama Syiah Muqtada al-Sadr tahun 2004, Wadi Al-Salam sering dijadikan lokasi bentrokan bersenjata. Akibatnya banyak makam yang rusak dampak dari tembakan mortir dan serangan roket.

Ketika tanah semakin padat dan langka, biaya penguburan pun menjadi mahal. Setiap 25 meter persegi tanah kuburan di sana dihargai sekitar 5 juta dinar atau setara dengan Rp 231 miliar.

Kuburan-kuburan di Wadi Al-Salam dibangun menggunakan batu bata atau tanah liat yang dipanaskan, lengkap dengan tulisan Arab. Setiap tulisan dan bentuk kuburan di sana, mencerminkan tingkat sosial seseorang yang ada di dalamnya.