//Kamu Harus Tahu! ๐ˆ๐›๐ฎ ๐…๐š๐ญ๐ฆ๐š๐ฐ๐š๐ญ๐ข ๐’๐จ๐ž๐ค๐š๐ซ๐ง๐จ, ๐ˆ๐›๐ฎ ๐๐ž๐ ๐š๐ซ๐š ๐’๐š๐ง๐  ๐๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ก๐ข๐ญ ๐๐ž๐ง๐๐ž๐ซ๐š ๐๐ฎ๐ฌ๐š๐ค๐š ๐Œ๐ž๐ซ๐š๐ก ๐๐ฎ๐ญ๐ข๐ก

Kamu Harus Tahu! ๐ˆ๐›๐ฎ ๐…๐š๐ญ๐ฆ๐š๐ฐ๐š๐ญ๐ข ๐’๐จ๐ž๐ค๐š๐ซ๐ง๐จ, ๐ˆ๐›๐ฎ ๐๐ž๐ ๐š๐ซ๐š ๐’๐š๐ง๐  ๐๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ก๐ข๐ญ ๐๐ž๐ง๐๐ž๐ซ๐š ๐๐ฎ๐ฌ๐š๐ค๐š ๐Œ๐ž๐ซ๐š๐ก ๐๐ฎ๐ญ๐ข๐ก

Ibu negara Republik Indonesia pertama, Fatmawati Soekarno. Beliau adalah sosok di balik bendera merah putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Ibu Fatmawati yang bernama asli Fatimah, dilahirkan di Bengkulu pada 5 Februari 1923. Beliau merupakan putri tunggal dari pasangan Bapak H. Hassan Din dan Ibu Siti Chadijah. Kedua orang tua dari beliau adalah keturunan Puti Indrapura yang disebut dengan keluarga raja dari Kesultanan Indrapura.

Baca Juga  Ini Alasannya Mengapa Siswa Jika Disuruh Bertanya Oleh Guru Malah Kebingungan Mau Tanya Apa...

Ibu Fatmawati mengawali pendidikannya di sekolah Gedang (sekolah rakyat). Kemudian, ayahnya memindahkan beliau ke Hollandsch Inlandsche School (HIS) atau setara SD. Seiring berjalannya waktu, beliau melanjutkan pendidikannya di sekolah yang dikelola oleh organisasi Katolik. Sedari kecil, beliau juga menyukai kegiatan organisasi serta aktif dalam organisasi Naysatul Asyiyah (organisasi perempuan di bawah Muhammadiyah).

Baca Juga  Cari Daftar Ini? Berikut Daftar Lengkap Lampiran Guru Penerima Tunjangan Profesi Guru di Jawa Timur yang Sudah Di Verifikasi

Pada saat berusia 20 tahun, Ibu Fatimah menikah dengan Bapak Soekarno, Presiden Indonesia pertama. Dari pernikahan tersebut, Ibu Fatmawati secara langsung menjadi Ibu negara Republik Indonesia pertama mulai dari tahun 1945 sampai dengan tahun 1967.

Untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, Ibu Fatmawati menjahit bendera pusaka merah putih dengan tangan dan jari lentiknya menggunakan mesin jahit sederhana pada Oktober 1944. Beliau telah menghabiskan waktunya demi menjahit bendera pusaka tersebut dalam kondisi fisik yang cukup rentan karena sedang mengandung dan sudah waktunya untuk melahirkan putra sulungnya, Guntur Soekarnoputra. Kemudian, dikibarkanlah bendera tersebut pada hari proklamasi kemerdekaan Indonesia yang digelar pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga  Perlu Kamu Tahu! Ini 10 Negara Paling Miskin di Dunia. Ternyata Semuanya dari Benua Afrika