//STOP katakan “Maklumlah namanya juga anak-anak”. Rubah Sifat Jelek Anak Sedari Dini Sebelum Terlambat. Ini untuk kebaikan loh…

STOP katakan “Maklumlah namanya juga anak-anak”. Rubah Sifat Jelek Anak Sedari Dini Sebelum Terlambat. Ini untuk kebaikan loh…

Masih sering mendengar perkataan seperti ini : “Maklumlah namanya juga anak-anak” ?

Misalnya melihat anak laki laki yang suka usil, nakal banget dan suka ngacak, orang tuanya cenderung mengatakan, “Yah… anak cowo Emang begitu suka usil”

Atau bahkan ketika si anak memukul temannya, orang tua masih juga sempat berkelit dengan mengatakan “ya begitu deh, maklumlah namanya juga anak anak. Nggak sengaja…”

Atau ketika ada anak merebut mainan milik temannya, lalu ibu nya berkata “maklum anak2 suka rebutan” 😛

Baca Juga  Ini Yang Anda Cari! Download Kumpulan Soal UTBK SBMPTN Gratis, Soal Try Out SBMPTN, Prediksi Soal, Pembahasan Soal SBMPTN Persiapan Mengikuti UTBK 2021

atau ketika anak bertamu ke rumah orang, langsung buka2 kulkas, lemari atau main mainan anak pemilik rumah tanpa izin, lalu berkata “maklum anak-anak suka penasaran” 😅

Atau ketika anak tantrum dan merengek di tempat umum dengan suara kencang, lalu ortu berkata “maklum anak-anak, kalau ga diturutin suka gitu”

satu hal yang harusnya kita ingat adalah memaklumi boleh saja, tapi kita juga harus mengarahkan agar anak tidak lagi menganggap hal yang salah sebagai sesuatu yang wajar.

Baca Juga  Ini Info Seputar Larangan Mudik 2021: Terutama Tentang Masa Berlaku, Aturan, dan Pengecualian

Kita harus percaya, mereka itu pintar kok. Memang agak melelahkan memberitahu hal yang sama berulang-ulang. Namun, hal ini terjadi karena anak belum kecil belum mengenal konsep benar dan salah. Itulah tugas kita sebagai orang tua untuk mengarahkan anak tentang ilmu sosial. Ajarkan mereka “tiga kata ajaib” tolong, maaf, terimakasih.

Jangan terus kalah dengan dalih “namanya juga masih anak-anak”. Sebab jika kita terus berdalih seperti itu, kita baru akan sadar ketika kita sudah terlambat mengarahkannya. Bisa jadi, ketika bukan anak-anak lagi, hal salah yang sering kita maklumi sudah terlanjur menjadi kebiasannya.

Baca Juga  Apa Bisa Batal Jika Makan Sahur Setelah Imsak? Ini Penjelasan MUI