//DIY! Do It Yourself – Ini Langkah-Langkah Membuat Pupuk Cair dari Kotoran Kambing

DIY! Do It Yourself – Ini Langkah-Langkah Membuat Pupuk Cair dari Kotoran Kambing

Kotoran kambing bisa saja disebut telepong. Kotoran kambing ini juga biasa digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian yang dapat dipakai untuk bertani dan mengolah lahan. Kotoran kambing dapat dipadukan dengan kotoran sapi untuk membuat pupuk organik. Dengan cara ini, unsur hara baik yang mikro maupun makro dapat bertambah. Kotoran sapi dan kambing diketahui mengandung nitrogen, kalsium, dan kalium.

Pada dasarnya, kotoran kambing dapat digunakan langsung sebagai pupuk. Tapi akan lebih baik, diolah lebih dulu. Cara mengolahnya, ada 2. Yang satu, memakai sistem terbuka, dan sistem tertutup. Adapun sistem terbuka, ditampung dulu lebih kurang 3 bulan, lalu dalam waktu selama itu, dapat bisa langsung dipakai sebagai pupuk. Adapun sistem tertutup, caranya ditampung dalam tanah, sejauh 30 cm dari permukaan tanah. Baiknya bisa menahan daripada rembesan air hujan. Tujuannya agar zat hara seperti nitrogen tidak hilang.

Pembuatan pupuk cair dari kotoran kambing tergolong mudah. Anda bisa melakukannya sendiri selama bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia. Bahan yang dibutuhkan tidak begitu sulit didapatkan, apalagi saat ini sudah banyak e-commerce yang memudahkan proses pembelian. Berikut ini langkah membuat pupuk cair kotoran kambing.

Bahan-bahan:

  • Urine kambing 150 liter
  • Tetes tebu/molase 750 ml
  • Empon-empon (temulawak, temuireng, kunyit, dan lainnya) sebanyak 5 kg
  • Bakteri R. bacillus dan Azotobacter sebagai starter fermenter 250 ml. Anda bisa mengganti bakteri dengan EM4

Cara membuat:

  • Larutkan bakteri EM4 dan molases dengan air jernih sebanyak 10 liter.
  • Tuangkan larutan EM4 ke dalam drum yang sudah berisi urine kambing, kemudian campurkan empon-empon.
  • Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata. Pengadukan sebaiknya dilakukan selama 15 menit.
  • Setelah itu, tutup drum rapat-rapat dan diamkan selama tujuh hari.
  • Selama proses fermentasi, larutan perlu diaduk selama 15 menit per hari.
  • Setelah 7 hari, urine dipompa dengan menggunakan pompa akuarium dan dialirkan melalui talang plastik dengan panjang 2 meter yang dibuat seperti tangga selama tiga jam. Hal ini berguna untuk menguapkan kandungan ammonia agar tidak berbahaya bagi tanam. Ketika proses ini selesai, pupuk cair sudah siap digunakan.
  • Pupuk cair dapat diaplikasikan dengan cara disiram atau disemprot ke tanaman.