//Begini Cara Meningkatan Hasil Produksi Dengan Mengembangkan Potensi Padi Lokal …

Begini Cara Meningkatan Hasil Produksi Dengan Mengembangkan Potensi Padi Lokal …

Benih padi berkualitas menjadi salah satu sarana produksi yang wajib terpenuhi dalam kegiatan usaha tani. Saat ini, ketersediaan benih varietas unggul sudah banyak tersedia karena inovasi pengembangannya terus dilakukan.

Tidak hanya mengembangkan varietas baru, keberadaan varietas lokal juga terus dikembangkan dan dilestarikan. Ini karena, varietas lokal telah banyak dibudidayakan oleh petani secara turun temurun dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal baik itu dari segi lingkungan di lahan sawah, kering, rawa ataupun pasang surut.

Salah satu daerah yang berhasil mengembangkan varietas lokal adalah Kalimantan Tengah. Kalteng memiliki berbagai jenis padi lokal pada berbagai ekosistem yang berpotensi sebagai Sumber Daya Genetik (SGD) tanaman pangan. Salah satunya adalah Siam Epang, yang berhasil dikembangkan oleh pemerintah di daerah kabupaten Kotawaringin Timur.

Baca Juga  Mengenal Urban Farming (Vertikultur, Hidroponik, dan Akuaponik) Untuk Masyarakat Perkotaan

Padi Siam Epang merupakan varietas asli kabupaten Kotawaringin Timur yang telah ditetapkan dan lulus Uji Varietas Unggul Nasional oleh tim dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTP) Kementerian Pertanian. Dalam prosesnya, BPTP Kalteng mendukung dan mengawal penuh proses pengembangan, pendaftaran dan pelepasan varietas sampai menjadi varietas unggul padi nasional.

Varietas Siam Epang sendiri adalah jenis padi inbrida gogo lokal yang mudah beradaptasi dengan lingkungan ekstrim seperti tingkat keasaman (pH) yang rendah (<5), tahan terhadap curah hujan yang tinggi, tahan terhadap penyakit, sehingga dalam budidayanya tidak memerlukan perawatan yang berlebih.

Baca Juga  Kelembaban, Aerasi & pH Adalah Sebagian Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengomposan. Hal-Hal Lain Juga Harus Diperhatikan...

Berbeda dengan varietas padi lainnya, padi Siam Epang memiliki waktu tanam yang lebih lama, yaitu sekitar 6 bulan. Umumnya, petani akan menanam padi ini pada bulan Oktober hingga Maret. Dalam satu rumpun padi Siam Epang terdapat sebanyak 50 batang padi bermalai produktif, dan dalam satu malai terdapat 437 bulir dengan bentuk gabah yang ramping.

Potensi hasil atau produktivitas yang bisa dihasilkan dalam satu hektarnya bisa mencapai 10 ton Gabah Kering Panen (GKP). Kelebihan lain dari varietas padi ini adalah memiliki anakan yang banyak, lebih tahan terhadap serangan hama tikus, namun sangat rentan terhadap hama wereng.

Baca Juga  Bayam Brazil | Sayur yang kata beta karoten, xanten dan lutein yang bermanfaat untuk menjaga mata agar senantiasa sehat

Padi varietas Siam Epang biasanya lebih disukai masyarakat dan sulit tergantikan oleh varietas unggul lain karena memiliki keunggulan dalam hal rasa, aroma, dan harga.

Harga di pasaran untuk beras varietas Siam Epang bisa mencapai 16 ribu rupiah per kilogram, lebih tinggi dibandingkan varietas unggul ataupun varietas lokal yang ada seperti varietas ciherang, inpari, pekat, varietas umbang inai, varietas mayang badadai yang hanya 12 ribu rupiah per kilogram.

Peneliti padi BPTP Kalteng Dr. Susilawati menyampaikan pesannya kepada para pembudidaya padi agar tetap melestarikan dan mempertahankan varietas lokal setempat. Dengan demikian, semoga kita tergugah dalam melestarikan SGD. Karena, jika bukan kita, maka siapa lagi?